Cari Blog Ini

Jumat, 21 September 2012

informasi

blog ini baru setengah jadi, jadi mohon maaf apabila ada yang eror :)

momonon - rambo itu romeo

tonton ya..

smansix ngeregae

hhahahaha..

malin kundang


Malin Kundang 
Pada suatu hari, hiduplah sebuah keluarga di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga itu mempunyai seorang anak yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keluarga mereka sangat memprihatinkan, maka ayah malin memutuskan untuk pergi ke negeri seberang.
Besar harapan malin dan ibunya, suatu hari nanti ayahnya pulang dengan membawa uang banyak yang nantinya dapat untuk membeli keperluan sehari-hari. Setelah berbulan-bulan lamanya ternyata ayah malin tidak kunjung datang, dan akhirnya pupuslah harapan Malin Kundang dan ibunya.
Setelah Malin Kundang beranjak dewasa, ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Akhirnya Malin Kundang ikut berlayar bersama dengan seorang nahkoda kapal dagang di kampung halamannya yang sudah sukses.
Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman. Malin belajar dengan tekun tentang perkapalan pada teman-temannya yang lebih berpengalaman, dan akhirnya dia sangat mahir dalam hal perkapalan.
Banyak pulau sudah dikunjunginya, sampai dengan suatu hari di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. "Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.
Malin Kundang

Once upon a time, there lived a family on the coast of Sumatra. Families that have a child named Malin Kundang. Due to their very poor family conditions, the malin father decided to go to the country side.

Malin great expectations and his mother, one day his father came home with a lot of money that will be able to buy daily necessities. After months and months malin father had not come, and finally pupuslah hope Malin Kundang and mother.

Malin Kundang After growing up, he thought to make a living in the country side in the hope of later when he returned to his hometown, he had become a wealthy man. Finally Malin Kundang sailed with a merchant ship captain in his hometown that has been successful.

During his time on the ship, Malin Kundang lot to learn about seamanship on the crew who are already experienced. Malin studied hard about shipping her friends who are more experienced, and she was very good at shipping.

Many had visited the island, until one day on the way, suddenly climbed Malin Kundang ship was attacked by pirates. All merchandise traders who were on the ship seized by pirates. Even most of the crew and the people on the ship were killed by the pirates. Malin Kundang very lucky he was not killed by the pirates, because when it happened, Malin immediately hid in a small space enclosed by wood.

Malin Kundang in limbo amid sea, until finally the host ship stranded on a beach. With the rest of the existing power, Malin Kundang walked to the nearest village from the beach. Arriving in the village, Malin Kundang helped by people in the village after previously telling what happened to him. Malin village where villagers stranded is very fertile. With tenacity and perseverance in work, Malin gradually managed to become a wealthy man. He has a lot of merchant ships with men of more than 100 people. After becoming rich, Malin Kundang marry a girl to be his wife.

After a long marriage, Malin and his wife set sail with a large and beautiful ship with the crew and bodyguards are many. Mrs. Malin Kundang every day waiting on her, looking very beautiful boat, went to the harbor. He saw two people standing on the deck of a ship. He believes that it is his son standing with his wife Malin Kundang.

Malin Kundang were off the ship. He was greeted by his mother. Once close enough, she saw twelve people injured dilengan right, the more convinced his mother that he was approached Malin Kundang. "Malin Kundang, my son, why did you go so long without sending you doing?", She said, hugging Malin Kundang. But Kundang immediately release his mother's arms and pushed it fell. "She did not know herself, as she carelessly claimed," his mother said Malin Kundang. Malin Kundang pretended not to recognize her, shame her mother is old and wearing rags. "She's your mother?" Malin Kundang wife Tanya. "No, he was just a beggar who pretended to be admitted as a mother in order to get my treasure," Malin said to his wife. Hearing statements and treated arbitrarily by her son, Malin Kundang mother very angry. He had not expected her to be rebellious child. Because of mounting anger, Malin's mother lifted her hand and said "Oh God, if he my son, I sumpahi he became a rock". Not long after strong winds and storms rumbled come to destroy the ship Malin Kundang. After that Malin Kundang body slowly becomes rigid and eventually finally shaped into a rock.

http://bola.okezone.com